• Kontak Kami
  • Hotline : 5C58CBCC : 0838-11-131344
  • SMS : 58128D0E : 085-685-66-800
  • BBM : 5C56D8EA : 081-2828-8-1104

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Meski Bagus, Terlalu Sering Dilakukan Akan Timbul Efek Samping

Meski Bagus, Terlalu Sering Dilakukan Akan Timbul Efek Samping

Diposting pada 17 Mei 2016 oleh khanza

Banyak perawatan- perawatan harian hingga treatment yang baik dilakukan secara rutin namun hasilnya menjadi tidak baik karena dilakukan secara berlebihan. Seperti membersihkan wajah, memakai krim dan lain-lain jika dilakukan berlebihan dan tidak sesuai dengan kulit maka bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Dijelaskan oleh dr. Suksmaglta Pratidina, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Puri Indah,Jakarta Barat, mencuci wajah memakai sabun agar kulitnya lebih bersih, memakai pelembab agar kulitnya lebih lembab, serta memakai krim malam sebagal antiaging. Namun, bila penggunaannya tidak sesuai atau tidak seharusnya maka akan menimbulkan keluhan.

Keluhan yang timbul bervariasi dan keluhan yang timbul biasanya berhubungan dengan ketidakcocokan jenis perawatan yang dipilih. Karena itu, dari awal harus sudah tahu apakah perawatan yang dilakukan sesuai dengan jenis kulit atau tidak, serta apakah penggunaannya berlebihan. Penggunaan yang berlebihan ini berhubungan dengan frekuensi. Jadi, seseorang melakukannya berlebihan dari frekuensi seharusnya atau mungkin mengoleskannya lebih banyak.

Seperti halnya penggunaan sabun yang fungsinya untuk mengurangi minyak sehingga biasanya selalu ada bahan-bahan yang berguna untuk mengeringkan, membuang sel-sel kulit mati, kotoran dan minyak. Bila seseorang salah memilih sabun atau menggunakannya berlebihan, menyebabkan bukan minyak yang terbuang tetapi sel-sel kulit mati juga terkikis. Akibatnya timbul Iritasi dan nantinya setelah iritasi akan timbul perih dan ruam kemerahan. Seringkah kulit kering karena sering mencuci wajah menggunakan sabun.

Kemudian beralih ke krim atau pelembab. Tidak semua orang butuh pelembab, karena orang yang jenis kulitnya berminyak tidak selalu membutuhkan pelembab. Dan biasanya saat menggunakan pelembab dapat timbul komedo dan jerawat dengan beruntusan-beruntusan kecil. Selain itu, biasanya seseorang ketika memegang kulit terasa kasar dan kering. Seseorang tentu akan mengira kasar itu kering, padahal belum tentu. Kulit kasar bisa berhubungan dengan sel-sel kulit mati yang menumpuk.

Sementara untuk krim malam, biasanya digunakan dari dosis yang rendah dulu. Dalam jangka waktu satu bulan, maka penggunaan krim akan di review untuk dinilai efektivitas dari krimnya, sudah sesuai dosisnya atau belum, serta apakah memerlukan tindakan yang lebih advance yang iebih agresif seperti chemical peeling mulai dari dosis ringan, maupun tindakan pengencangan kulit lainnya seperti laser photorejuvenation.

Review penggunaan krim dibutuhkan untuk mencapai hasil yang maksimal. Walaupun perbaikan sudah dilihat di awal minggu pertama atau kedua, tetapi itu belum merupakan hasil maksimal yang didapat dari krim yang digunakan saat Itu. Selain itu, kulit mempunyai kemampuan memperbaiki diri selama satu bulan. Sehingga saat kulit mengenal krim dan terjadi perubahan-perubahan pada kulit maka perubahannya akan mengubah struktur kulit menjadi lebih baik.

Umumnya kandungan yang digunakan untuk krim malam adalah kandungan asam seperti alpha hidroxy acid (AHA) atau glycolic acid, maupun menggunakan pencerah seperti hidrokinon dengan dosis tertentu di bawah pengawasan dokter, asam kojic, azaleic acid, dan arbutin. Sementara untuk mengencangkan dan melakukan stimulasi terhadap kolagen dan pori-pori, biasanya menggunakan turunan dari tretinoin atau retinol.

Jika menggunakan hidrokinon, maka penggunaan krim tidak boleh dilakukan berturut-turut. Sementara untuk krim yang mengandung tretinoin atau glycolic acid bisa dipakai dalam jangka panjanng tetapi dalam dosis yang dimonitor.

Perlu dimonitor karena setiap orang dalam suatu waktu tidak bisa akan mempunyai situasi kulit yang stabil. Dalam situasi kulit yang berbeda akan mendorong penggunaan krim yang memang tidak sama seperti semula.

Untuk awal, biasnaya dalam 1-2 bulan akan diubah konfigurasi krimnya. Tetapi jika orang sudah merasa nyaman dehgan krim yang diberikan maka akan diberikan maintenance. Pada saat ini krim hanya diganti 2-3 kali setahun karena berhubungan dengan musim atau iklim. Iklim ini mempengaruhi kondisi kulit, apakah menjadi lebih kering dan berminyak. Kondisi kulit yang berubah maka penggunaan krimnya harus disesuaikan.

Selain itu, diperhatikan juga efek aktivitas fisinya. Aktivitas fisik seseorang berbeda-beda dan hal tersebut mempengaruhi kulit. Sehingga penggunaan krim harus mendampingi supaya cocok. Efektivitas dalam waktu jangka panjang  adalah kolagennya untuk mengencangkan kulit. Tetapi untuk hasil kulit yang halus dan cerah, sudah terlihat dalam waktu lebih awal.

Jika diperlukan tindakan advance seperti chemical – peeling, sebaiknya dilakukan oleh dokter. Terkadang orang pergi ke salon dan melakukan chemical peeling. Padahal chemical peeling ini jenisnya bermacam- macam dan merupakan tindakan yang relatif lebih agresif dibandingkan penggunaan krim wajah. Jika seseorang tidak irasi mendapatkam jenis peeling yang seharusnya, menggunakan dosis yang agak kuat dan jenisnya berbeda maka akan timbul reaksi iritasi dan meradang

Jadi, untuk treatment chemical peeling dilakukan secara perlahan-lahan dari dosis yang tidak terlalu tinggi. Sebelum melakukan treatment yang agresif biasanya dokter harus mengenal kulit pasiennya, kebutuhannya apa dan batasan ketahanan kulitnya. Setelah mengenal baru ditentukan perawatan apa yang cocok.

Bahan chemical peeling yang biasanya digunakan mulai dari yang ringan seperti alpha hydroxy acid, salicyl acid hingga beta hidroxy acid (BHA). Dimulai dari yang ringan, karena tidak setiap orang membutuhkan peeling yang berat. Peeling yang berat dibutuhkan bila peeling yang ringan efektivitasnya dirasakan kurang. Peeling yang berat diberikan bila ada keluhan kulit yang berat.

Chemical peeling juga sebaiknya tidak dilakukan terlampau sering. Karena peeling fungsinya mengangkat lapisan kulit mati, sementara lapisan kulit mati memiliki siklus regenerasi setiap 28 hari sekali, maka peeling aman dilakukan sebulan sekali. Namun, untuk peeling yang ringan dan dangkal seperti BHA untuk mengangkat sumbatan komedo bisa dilakukan dua minggu sekali

Bagikan informasi tentang Meski Bagus, Terlalu Sering Dilakukan Akan Timbul Efek Samping kepada teman atau kerabat Anda.

Meski Bagus, Terlalu Sering Dilakukan Akan Timbul Efek Samping | Caca.co.id

Komentar dinonaktifkan: Meski Bagus, Terlalu Sering Dilakukan Akan Timbul Efek Samping

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 13%
Rp 130.000 Rp 150.000
Ready Stock
SIDEBAR