Click to Call

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Menepis bau tak sedap di tubuh Saat Puasa

Menepis bau tak sedap di tubuh Saat Puasa

Diposting pada 24 Mei 2016 oleh khanza

Bau tak sedap dapat timbul di setiap bagian tubuh, mulai dari kepala sampai kaki. Penyebabnya bukan karena kelenjar keringat yang terlalu aktif, melainkan hasil kolaborasi kelenjar tersebut dengan sebum atau minyak, bulu/ rambut yang ada di sekitar daerah yang mengeluarkan bau, sisa-sisa kotoran tubuh, dan kulit mati yang belum digelontor. “Di samping itu, gaya hidup yang kurang sehat dapat memicu timbulnya bau tubuh,” ujar Dr Tina Wardhani Wisesa, SpKK di Klinik Sakti Medika.

Menurutnya ada dua macam bau, yaitu bau jangka pendek dan bau jangka panjang. “Bau jangka pendek biasanya disebabkan adanya infeksi. Setelah infeksi itu teratasi dengan baik, bau tersebut akan hilang,” katanya. Sementara bau jangka panjang, adalah bau yang sudah menetap dan bersifat bawaan. Oleh karenanya, dalam menentukan perawatan atau pengobatan, perlu diketahui faktor pemicunya,” ujarnya.

Apokrin pencetus bau

Menepis bau tak sedap di tubuh Saat Puasa

Di dalam tubuh kita terdapat dua kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kedua kelenjar itu terletak di permukaan tubuh sejak kita lahir.

Ketika seseorang memasuki usia pubertas, kelenjar apokrin mulai aktif. “Apokrin itulah yang menimbulkan odor (= bau). Bau-bau itu biasanya terlokalisasi di daerah ketiak, puting, pusar, dan genital (kelamin),” tuturnya. Sementara, kelenjar ekrin tidak terlalu menimbulkan bau.

Lalu, mengapa bau pada setiap orang berbeda? Ternyata ukuran kelenjar apokrinlah yang membedakannya. “Orang yang mengeluarkan bau tak sedap pastilah memiliki kelenjar apokrin yang besar, dan lebih aktif Jika dilihat dari ras. biasanya orang yang berkulit gelap atau hitam, kelenjar apokrinnya lebih besar dan cenderung lebih aktif,” lanjutnya.

Produk kelenjar lembabkan kulit

Kendati warna kulit bangsa kita rata- rata sama, tetapi ada orang-orang tertentu yang sering mengeluarkan bau menyengat baik dari ketiak maupun bagian tubuh lainnya. “Jika dalam keadaan normal, dan tidak ada faktor lain yang mempengaruhi apokrin. ia tidak akan mengeluarkan bau. Tetapi apabila apokrin dipengaruhi oleh lingkungan higiene yang kurang baik lalu berkolaborasi dengan minyak, rambut (bulu-bulu) ketiak, dan sisa-sisa kulit mati, maka daerah tersebut menjadi lembab, dan dapat menimbulkan bau tak sedap,” katanya.

Mencari sumber baunya

Gabungan apokrin dengan bakteri atau jamur akan menghasilkan bau yang lebih menyengat (busuk), maka bau yang keluar akan lebih menyengat “Yang penting kita harus melihat sumber baunya. Jika sebatas keringat saja, bau badan bisa diatasi dengan deodoran. Cara lain, keringat dibersihkan dengan waslap basah, lalu dikeringkan dengan handuk bersih,” ujarnya. Tetapi, apabila daerah yang mengeluarkan bau itu sudah terinfeksi bakteri atau jamur, penanganannya akan berbeda. “Baunya tidak bisa hilang apabila tidak segera diobati,” kata Dr Tina.

Demikian pula kalau daerah kaki yang berbau. Bau di kaki biasanya muncul karena seseorang sering mengenakan sepatu tertutup, dan selama bekerja ia tidak membuka sepatunya. “Problem di kaki biasanya disebabkan produksi ekrin yang berlebihan. Akibatnya jari-jari dan kulit kaki maserasi (lembab), dan warna kulit menjadi agak putih, terutama di sela-sela jari kaki. Karena maserasi, bakteri dan jamur mudah masuk dan bercampur membentuk bau,” ujarnya.

Pengaruh dari makanan dan penyakit

Dokter Tina mengakui bahwa ada pula bau-bau yang berkaitan dengan penyakit yang dialami oleh seseorang. “Orang yang gemuk (obesitas), pasien kanker, atau penyandang diabetes, kebanyakan memiliki kulit yang lembab, terutama di lipatan-lipatan tubuh, seperti di selangkangan, karena keringat dan sebum berkumpul di situ,” katanya.

Bau napas juga bisa disebabkan karena pengobatan tertentu, infeksi, sakit pada gusi, atau sakit perut. Tetapi seringkali penyebabnya adalah bakteri yang terdapat di dalam mulut, karena merokok, atau mengkonsumsi makanan yang baunya menyengat, seperti petai, jengkol, ebi, terasi (pada sambal terasi), keluarga bawang (bawang putih, bawang bombai, bawang merah) durian (bau alkohol).

Selagi puasa makanan-makanan seperti itu sebaiknya dihindari. Demikian pula makanan yang pedas atau makanan yang panas. “Mereka yang kelenjar keringatnya tidak bermasalah, akan tetap aman mengkonsumsi makanan Itu. Sebaliknya, bagi mereka yang sudah memiliki bakat bau, makanan-makanan itu justru menjadi faktor tambahan sebagai pemicu timbulnya bau tersebut,” katanya.

Ada pula orang yang bau di daerah mulutnya. Bau itu belum tentu bersumber dari mulutnya semata, tetapi bisa berasal dari lambung atau organ tubuhnya yang bermasalah.”Luka pada usus (tukak lambung), misalnya, harus segera diobati. Apabila tidak diobati, sampai kapan pun, akan menyebarkan bau tak sedap,” ujarnya.

Antioksidan menetralisasi bau

Pada waktu puasa, selain dianjurkan mengkonsumsi makanan yang seimbang, asupan sayur dan buah yang mengandung antioksidan sangat dianjurkan. Sebab, antioksidan cukup baik untuk menetralisasi bau. “Buah- buah seperti apel, mangga, dan pepaya merupakan sumber antioksidan yang sangat baik,” ujarnya. “Juga tidak berarti setelah minum antioksidan lengkap, kita tidak perlu makan. Antioksidan tidak akan bekerja apabila tidak ada makanan yang kita makan. Jadi, fungsi antioksidan adalah sebagai penunjang, yang memperkuat penyerapan usus,” kata Dr Tina.

Dengan memahami sumber penyebabnya, badan Anda tidak diganggu bau yang kurang sedap selama bulan puasa.

Menjaga agar kulit tidak kering

Pada pagi hari kita boleh mengoleskan vitamin E dan C ke kulit untuk melembabkan dan mencerahkan kulit. Untuk hasil yang maksimal, kita juga boleh minum multivitamin. Waktu yang tepat minum multivitamin menurut Dr Tina adalah waktu berbuka puasa, saat kita cukup makan. “Pada waktu sahur biasanya kita tidak bernafsu makan, sehingga kalau pada saat itu minum multivitamin, mereka yang lambungnya lemah akan merasa semakin tidak nyaman. Kondisi itu justru akan mengganggu puasanya.” Demikian Dr Tina memberi tip. (N)

Incoming search terms:

  • CS 1
  • CS 2
  • CS 3

Bagikan informasi tentang Menepis bau tak sedap di tubuh Saat Puasa kepada teman atau kerabat Anda.

Menepis bau tak sedap di tubuh Saat Puasa | Caca.co.id

Komentar dinonaktifkan: Menepis bau tak sedap di tubuh Saat Puasa

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
SIDEBAR
 
error: Content is protected !!