• Kontak Kami
  • Hotline : 083811131344
  • SMS : 083811131344
  • BBM : 5C58CBCC

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Diet Tradisional Asia:Rahasia Panjang Umur

Diet Tradisional Asia:Rahasia Panjang Umur

Diposting pada 30 Mei 2016 oleh khanza

Mengapa orang Jepang panjang umur? Mengapa rata-rata wanita Asia bertubuh langsing? Anda juga bisa seperti mereka dengan menjalani diet sehat ala Asia

Negara Asia, terutama Jepang dan China, memiliki penduduk tersehat di dunia. Ini terbukti dengan jumlah penderita penyakit jantung, diabetes, dan kanker yang lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika Serikat. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang Jepang memiliki usia harapan hidup tertinggi di dunia. Apa rahasianya?

Asia surganya orang sehat?

Diet Tradisional AsiaRahasia Panjang Umur (4)

Penduduk Asia terkenal berumur panjang dan awet muda, terutama sebelum pola makan Barat masuk ke Asia. Contohnya bangsa Jepang yang menjadi sebuah fenomena. Usia harapan hidup orang Jepang yang tertinggi di dunia, yaitu 82,6 tahun. Kawasan Okinawa yang terletak di Jepang bagian selatan, memiliki jumlah penduduk berusia lebih dari 100 tahun terbanyak didunia, bahkan ada yang usianya mencapai 115 tahun! Para lansia di Jepang memiliki kondisi fisik yang masih sangat prima, tampak awet muda dari usia sesungguhnya, memiliki postur tubuh tegap, serta kulit yang masih mulus dan kencang. Tidak hanya di Jepang, orang Hongkong, China, menempati peringkat kedua untuk usia harapan hidup tertinggi di dunia, yaitu sekitar 82,2 tahun.

Bandingkan dengan penduduk negara Barat, terutama Amerika Serikat, yang banyak menderita penyakit degeneratif, seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis, Ini disebabkan pola makan meraka yang buruk akibat menjamurnya fast food yang tinggi lemak dan gula,

Menurut penelitian Anna H, Wu, PhD, dari University of Southern California, jumlah penderita kanker payudara di Asia lebih sedikit dibandingkan negara lain, Ini disebabkan karena penduduk Asia, terutama China dan Jepang rajin menyantap kedelai (dalam bentuk tahu, tempe, dan mlso) serta teh sebagal makanan sehari-hari. Rahasia sehat dan panjang umur penduduk Asia memang terletak pada pola makan dan gaya hidup mereka,

Sayangnya saat Ini pola makan tradisional yang sehat mulai ditinggalkan di Asia, terutama di kalangan anak muda. Tren pola makan ala Barat yang doyan makan fast food serta kemajuan teknologi yang mengakibatkan makin bertebarannya makanan kemasan dan instan yang berlimpah zat aditif, menyebabkan peningkatan risiko kanker, penyakit jantung, dan diabetes melitus di Asia. Belum lagi kebiasaan merokok (terutama pria Asia) dan perubahan gaya hidup yang malas berolahraga, semakin memperburuk kesehatan penduduk Asia.

Kehadiran restoran fast food di berbagai lokasi di Indonesia, mulai dari kota metropolitan Jakarta hingga ke daerah-daerah di pinggiran kota, membuktikan kalau orang Indonesia juga sudah menjadi korban tren pola makan Barat. Indonesia hanya menempati peringkat ke-110 untuk usia harapan hidup dunia, Jauh sekali dari Jepang dan China. Karena itu, agar tidak semakin terpuruk dengan pola makan Barat, sebaiknya kita mulai kembali ke pola makan tradisional Asia yang sehat.

Pola makan tradisional berbasis tumbuhan

Diet Tradisional AsiaRahasia Panjang Umur (1)

Tingginya jumlah penderita penyakit degeneratif di negara-negara Barat, mendorong para ahli kesehatan untuk mengembangkan pola makan sehat yang berkiblat pada pola makan tradisional penduduk Asia. Para peneliti dari Cornell University dan Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, bekerja sama dengan para ahli dari yayasan nirlaba Oldways Preservation & Exchange Trust mengembangkan piramida makanan diet Asia.

Piramida diet Asia merefleksikan pola makan penduduk Asia yang melalui banyak penelitian terbukti lebih sedikit terkena kanker, penyakit jantung, obesitas, osteoporosis, dan penyakit degeneratif lainnya yang banyak ditemukan di Amerika Serikat. Penyusunan piramida ini terinspirasi dari pola makan tradisional dan santapan khas di kawasan Asia Selatan dan Asia Timur, termasuk negara China, Jepang, Korea Selatan, India, Thailand, Vietnam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Philipina.

Dalam diet Asia tradisional, pangan nabati menjadi pusat dari asupan makanan harian, sedangkan pangan hewani jarang dikonsumsi. Piramida diet Asia mengikuti prinsip China fan dan t’sai yang mengekspresikan keseimbangan dan harmoni makanan. Fan melambangkan makanan seperti nasi, mie, roti, serealia utuh (whole grains), jagung, dan kentang yang dikonsumsi dalam jumlah setengah bagian dari porsi makan harian. Sedangkan t’sai, yaitu setengah bagian lagi, terdiri dari buah-buahan, sayuran (termasuk rumput laut), kacang-kacangan (terutama kedelai dan produknya), biJi-bijian, dan polong polongan.

Bagian dasar dari piramida diet Ini terdiri dari nasi, mie, dan serealia utuh sebagai basis dari diet Ini yang menyediakan 25-80 persen asupan kalori harian. Bagian kedua dari piramida terdiri dari sayuran, buah, dan kacang-kacangan yang dikonsumsi tiap hari. Pola makan berbasis tumbuhan Ini menyediakan semua vitamin, mineral, dan enzim yang dibutuhkan tubuh, serat, dan antioksidan untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas. Kesegaran bahan pangan, proses pengolahan atau pemasakan makanan yang minimal akan memaksimalkan jumlah serat, antioksidan, vitamin, dan mineral yang terkandung dalam pangan nabati.

Bagian ketiga dari piramida adalah minyak nabati. Pola makan Asia rendah lemak jenuh karena menggunakan minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh – contohnya minyak zaitun dan kanola, yang dikonsumsi dalam jumlah sedikit setiap hari. Kullner Asia, terutama Jepang, lebih sering menggunakan cara merebus, mengukus, atau memanggang. Meskipun ada beberapa jenis masakan Asia yang menggunakan minyak kelapa dan minyak sawit yang cukup mengandung lemak jenuh, tapi tidak digunakan secara berlebihan.

Penduduk Asia juga gemar mengkonsumsi minuman yang terbuat dari bahan nabati seperti teh (terutama teh hijau dan hitam) yang menjadi minuman wajib dan diminum setiap hari. Meskipun tidak disarankan, minuman beralkohol seperti sake, wine, dan bir yang diolah secara alami masih boleh dikonsumsi orang dewasa dalam porsi kecil. Minuman beralkohol yang terbuat dari bahan alami seperti sake dari beras, wine dari anggur, mengandung antioksidan yang bermanfaat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular. Tapi, sebaiknya tetap jauhi minuman ber alkohol apalagi olah wanita hamil. Selain itu, ajaran agama dan kepercayaan di beberapa negara melarang konsumsi minuman beralkohol.

Pangan hewani boleh tapi tak berlebihan

Diet Tradisional AsiaRahasia Panjang Umur (2)

Bagian keempat dari piramida adalah Ikan dan susu yang dikonsumsi tiap hari, tapi tidak wajib (optional), Penduduk Asia mengkonsumsi ikan setiap hari, kecuali di daerah dimana Ikan tidak tersedia. Konsumsi ikan dan seafood dalam jumlah tinggi terjadi pada penduduk Jepang yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi Ikan setiap minggu, yang mengandung asam lemak omega-3, seperti salmon, sarden, dan makarel, akan melindungi tubuh dari serangan jantung.

Susu dan produknya jarang dikonsumsi di Asia Timur dan Selatan, kecuali orang India yang mengkonsumsi produk susu seperti yogurt dan keju  dalam porsi sedang. Ini bertentangan dengan orang Amerika dan Eropa yang gemar minum susu sebagai sumber kalsium untuk mencegah osteoporosis. T. Collin Campbell, profesor biokimia gizi dari Cornell University, Amerika Serikat, menyatakan bahwa meskipun jarang minum susu, jumlah penduduk  Asia yang menderita osteoporosis lebih sedikit dibanding penduduk negara Barat karena mereka mendapat asupan kalsium dari beraneka pangan nabati,.Faktanya prevalensi osteoporosis tertinggi di dunia justru terjadi di negara Barat yang rajin minum susu. Bagaimanapun dalam diet Asia, susu dan produknya termasuk dalam kategori boleh dikonsumsi, tapi disarankan untuk mengkonsumsi susu rendah lemak dan dikonsumsi dalam porsi kecil atau sedang.

Daging unggas seperti ayam dan bebek, telur, dan makanan manis seperti permen hanya boleh dikonsumsi sekali seminggu dalam porsi kecil, sedangkan daging merah seperti daging sapi, yang ditempatkan di puncak Tiramida hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah sangat terbatas, tidak lebih dari satu kali dalam sebulan. Daging merah mengandung banyak lemak dan dapat menyebabkan penyakit jantung.

Tetap aktif dan bebas stres

Melakukan aktivitas fisik secara teratur, rendahnya stres, dan gaya hidup dalam suasana kekeluargaan, serta hubungan sosial yang baik dengan sesama juga memberikan kontribusi peningkatan usia harapan hidup dan penurunan risiko penyakit kronis dl Asia.

Beraktivitas fisik setiap hari secara teratur adalah fondasi dasar dari diet ala Asia. Jadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari ritme kehidupan. Bersepeda, jogging, jalan kaki, dan kegiatan sehari-hari seperti berkebun, dan membersihkan rumah akan membantu keberhasilan diet untuk menurunkan berat badan, mengurangi stres, dan melindungi dari penyakit degeneratlf.

Kurangi stres dengan cara menyalurkan hobi Anda, seperti menyanyi, mendengarkan musik, atau berekreasi bersama keluarga. Kebersaman bersama keluarga, serta pembinaan hubungan baik dengan teman dan kerabat juga dapat membantu mengusir stres yang menumpuk.

Ini semua bila dipadukan dengan pola makan alami berbasis pangan nabati dan rendah lemak akan menjadi solusi hidup sehat yang tepat.Ayo kita kembali ke pola makan dan gaya hidup tradisional Asia yang sehat.

 

Incoming search terms:

Bagikan informasi tentang Diet Tradisional Asia:Rahasia Panjang Umur kepada teman atau kerabat Anda.

Diet Tradisional Asia:Rahasia Panjang Umur | Caca.co.id

Komentar dinonaktifkan: Diet Tradisional Asia:Rahasia Panjang Umur

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
SIDEBAR